Kunjungan Mahasiswa KKN Universitas Riau ke Perpustakaan Tuah Negoi

Memperkuat Literasi di Desa Dayun: Kunjungan Mahasiswa KKN Universitas Riau ke Perpustakaan Tuah Negoi

Sebagai bagian dari pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi 2025, kelompok kami yang terdiri dari 12 mahasiswa Universitas Riau memulai rangkaian kegiatan pengabdian dengan melakukan kunjungan ke Perpustakaan Tuah Negoi, Desa Dayun, Kabupaten Siak. Kunjungan dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2025.

Program KKN Tematik Literasi ini adalah program inisiatif dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (perpusnas RI) yang berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Program ini dirancang sebagai lanjutan dari program bantuan buku bermutu ke desa-desa di seluruh Indonesia, dengan tujuan utama untuk meningkatkan budaya literasi di masyarakat, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Universitas Riau menjadi salah satu perguruan tinggi mitra dalam pelaksanaan program tersebut pada tahun ini.

Dengan latar belakang inilah, kelompok kami yang terdiri dari Adib Agusri, Luthfiyah Dwijayanti Fransiska Dwiyana, Ct Sarach, Risky Mardiansyah, Astri Monica, Arif Syahbani, Al Fazri Efendi, Abzar Pratama, Nurul Fadilah, Laila Fitria, Husnaini Fadyah, ditugaskan untuk menjalankan program literasi di Desa Dayun. Salah satu agenda awal kami adalah melakukan kunjungan lapangan ke perpustakaan desa.

Setelah turun dari mobil kami langsung disambut oleh staf kantor desa. Kami diajak masuk ke ruangan rapat di kantor desa dan segera langsung berdiskusi dengan staf kantor desa. Banyak hal-hal yang bermanfaat kami diskusikan selama kegiatan tersebut. Mulai dari perkenalan, kegiatan KKN, perkenalan lingkungan desa, dan hal-hal lainnya. Setelah itu kami berangkat ke perpustakaan.

Kami berangkat menuju perpustakaan sekitar pukul 11.30 pagi. Lokasi posko dan perpustakaan sangat dekat, sehingga kami cukup berjalan kaki untuk ke lokasi. Setibanya di lokasi, kami disambut hangat oleh Kepala Perpustakaan Tuah Negoi. Suasana ramah dan terbuka langsung terasa sejak awal pertemuan, yang dimulai dengan sesi perkenalan dari kedua belah pihak.

Dalam pertemuan ini, kelompok kami berkesempatan mendengarkan langsung penjelasan dari pihak perpustakaan terkait kondisi dan harapan mereka terhadap keberadaan mahasiswa KKN. Salah satu tantangan utama yang disampaikan adalah tidak banyaknya masyarakat terutama anak-anak yang berkunjung ke perpustakaan. Ruang perpustakaan yang sempit juga menjadi kendala ketika jumlah pengunjung meningkat, terutama saat ada kegiatan kelompok anak-anak.

Menjelang akhir kegiatan, kelompok kami menyerahkan berita acara sekaligus bantuan perlengkapan pendukung dari Perpustakaan Nasional, berupa alat tulis dan kebutuhan administrasi untuk perpustakaan. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung operasional harian sekaligus menjadi langkah awal kolaborasi yang lebih konkret ke depannya.

Kunjungan ini menjadi titik awal dari rangkaian kegiatan literasi yang akan kami laksanakan selama masa KKN berlangsung. Hasil observasi dan diskusi hari ini akan kami jadikan rencana awal kami mencakup penyusunan sistem pendataan buku yang lebih efisien, kegiatan membaca bersama anak-anak, dan penyusunan jadwal buka perpustakaan yang lebih fleksibel.

Melalui kegiatan ini, kelompok kami tidak hanya bertugas menjalankan program kerja, tetapi juga belajar memahami tantangan nyata di masyarakat. Semoga kehadiran kami selama beberapa minggu ke depan dapat memberikan dampak yang berarti, sekecil apa pun itu, bagi perkembangan budaya baca di Desa Dayun. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bacakan Saya Buku

Mempererat Tali Silaturahmi ke Warga desa Dayun