Bacakan Saya Buku
Program Literasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia: Bacakan Saya Buku (Read Me a Book), sebuah program KKN Literasi Tematik di Desa Dayun.
![]() |
| Kegiatan Membacakan Buku |
Literasi bukan sekedar kemampuan membaca dan menulis, melainkan keterampilan yang mencakup kemampuan memahami, mengolah, serta menggunakan informasi dalam berbagai konteks. Ketika seseorang mampu membaca dan mengonal informasi dengan kritis, menulis sebuah teks dengan jelas, berhitung dengan tepat, dan memecahkan masalah sehari-hari secara mandiri, maka orang tersebut telah memiliki mental yang kuat untuk berkembang di tengah masyarakat.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks terutama di perkembangan digital saat ini, anak-anak sebagai generasi penerus negeri memerlukan literasi sejak usia dini. Semakin cepat mereka dibiasakan membaca dan memahami bacaan, semakin luas pula wawasan yang mereka miliki. Hal ini bukan hanya soal kemampuan akademik nilai saja, melainkan juga pembentukan karakter dan daya pikir kritis.
Salah satu program inspiratif yang digagas oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnasri) adalah “Bacakan Saya Buku” (Read Me a Book). Program ini tidak hanya bertujuan membiasakan anak membaca, tetapi juga menghidupkan kembali budaya membaca secara santai dan menyenangkan. Anak-anak tidak hanya diajak membaca sendiri, tetapi juga mendengarkan cerita yang dibacakan oleh omahasiswa dengan ekspresi dan intonasi yang menghidupkan imajinasi mereka.
Sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Dayun, kami merasa bangga ketika diberikan kepercayaan oleh Perpusnasri untuk melaksanakan program ini. Kami menata ulang sudut baca perpustakaan desa, sehingga rak buku menjadi mudah dijangkau, Setiap siang, kami berkumpul bersama anak-anak desa yang duduk bersila, mendengarkan kami membacakan cerita dengan penuh semangat.
Suasana perpustakaan menjadi penuh dengan gelak tawa dan sorak antusias anak-anak. Beberapa dari mereka bahkan mulai saling meminjamkan buku dan mencoba membaca sendiri halaman demi halaman. Kami melihat kilau semangat dalam mata mereka, semangat yang mungkin sebelumnya tenggelam karena kurangnya akses atau kebiasaan membaca. Melalui kegiatan ini, kami menyadari bahwa literasi tidak hanya soal buku, tetapi tentang menyalakan harapan dan membentuk masa depan bangsa sejak halaman pertama dibacakan.

Komentar
Posting Komentar